Semangat Perfilman Indonesia Semakin Menurun

Ternyata jumlah para penonton film Indonesia ketika tahun 2016 bisa mencapai titik 34,5 juta penonton, sebuah peningkatan luar biasa yang dampaknya juga dirasakan oleh Layarkaca21. Alasan lainnya hal ini jadi suatu sejarah tersendiri sebagai tahun terbanyak dalam sewindu belakangan.

Layar Kaca 21

Oleh karena itu segenap insan dalam perfilman Indonesia seperti secara otomatis merasakan suka cita buat merayakan. Seorang Catherine Keng, yang berasal dari Corporate Secretary. Kalau menyebut jumlah penonton tadi memang mengatrol dari pasar film Indonesia sebanyak 32 persen. Memang naik sekitar 12 persen dari periode yang telah ada sekitar setahun sebelumnya.

Usai mengalami panen tahun 2008 yang menorehkan 34,4 juta penonton dari total 81 film, ternyata film-film Indonesia seperti tidak pernah lagi dapat mengumpulkan hasil dari 30 juta spektator. Dan pertambahan dari jumlah film yang berhasil diproduksi dalam setiap tahunnya memang seperti akan mendatangkan jumlah penonton banyak.

Menurut data terlihat ketidaktetapan akan jumlah penonton seperti lebih condong menurun. Selain itu ada beberapa pengamat menyebut jika penurunan terjadi alasan penonton merasa jenuh sebab secara terus menerus dijejali banyak film berbagai genre, dari horor atau komedi yang sudah bertabur adegan cewek memakai pakaian minim dan sebagainya.

Logika cerita dan estetika sebagai persoalan sendiri. Dan hasilnya kepercayaan penonton terhadap kualitas film Indonesia langsung ikut tergerus dan seperti tidak berminat lagi menonton film walau hanya streaming melalui Layarkaca21. Ditambah lagi, karena ini genre film lain seperti terkena imbas penonton terlanjur mengalami rasa kecewa hingga memukul rata apabila semua film pasti mempunyai kualitas mirip.

Keadaan ini perlahan mulai berubah dengan pelan-pelan hingga masuk tahun 2016. Terlihat ada sejumlah perubahan dijalankan demi meraih lagi simpati penonton, termasuk Layarkaca21 melakukan berbagai cara untuk menarik minat orang-orang kembali.

Jaringan yang memiliki jumlah layar terbanyak dalam negara ini seperti membentuk sebuah tim internal. Masalah tugasnya seperti menyeleksi kelayakan akan segi teknis dalam film yang ingin jadwal untuk tayang. Cara tersebut mesti tetap dilakukan demi dapat menjamin kualitas dari film. Penonton yang sudah rela merogoh kocek dan meluangkan waktu untuk nonton di bioskop mesti memperoleh tontonan yang tidak membuat mata sakit.

shares